Teruntuk Engkau yang Dilanda Kesedihan

Ingin ku goreskan kisah teruntuk kemenangan yang sedang dilanda derita dan ketidakbahagiaan. Berharap senang bisa mengambil sendiri kebahagiaan yang tersedia untukmu. Kebahagiaan mendapat tentang bagaimana Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan. Tapi kebahagiaan adalah bagaimana caramu menerima apa yang telah kau peroleh. 

Menghargai setiap pemberian yang telah dianugerahi oleh Rabb yang agung. Menghargainya dengan selalu bersyukur menghargaiNya dan menggunakan pemberianNya di jalan kebaikan. Menghargai setiap orang yang telah datang mengisi cerita dalam hidupmu. Menghargai setiap hal kecil yang kita miliki. Menghargai semua yang kita miliki dan bahagia telah memperoleh.

Mungkin suatu saat tanpa kita sadari akan kehilangan sesuatu yang kita miliki dan kompilasi kita telah kehilangan yang baru kita tersadar sangat penting bagi kehidupan kita. Mungkin saja suatu hari nanti sesuatu yang kita beranggapan akan bahagia bersama, mungkin itu akan menjadi hal yang buruk dalam hidup kita. Mungin itu akan menjadi kesedihan yang akan ada di sepanjang hidup kita. Allah selalu tahu yang terbaik untuk hambanya. 

Maka sekuat apapun yang kita inginkan dan berhasil, ia tetap akan jauh dari jangkauan kita, seperti bintang yang hanya bisa kita lihat di setiap malam. Maka terimalah apa yang ada di genggaman kita. Berhentilah memimpikan apa yang sudah lepas dari genggaman kita, berhenti mengejar apa yang ada dalam genggaman orang lain.

Seorang wanita berkata kepadaku “Lihat bos minimarket itu, uangnya banyak, sering pergi jalan-jalan, punya mobil, barang-barang mewah yang wah seolah kehidupan mereka bahagia setiap hari tanpa bingung memikirkan hutang dan kebutuhan ini itu”. Aku bergumam dalam hati, benarkah orang kaya itu bahagia. Bagaimana kegelisahan dia ketika mengelola usahanya, ketika memikirkan karyawan-karyawannya yang bermasalah, ketika memikirkan memutar hasil usaha, memikirkan kerugian karyawan yang tak jujur, barang-barang yang tak laku bahkan kadaluarsa, ah sungguh bukannya itu juga sangat melelahkan dan menguras pikiran. 

Kita hanya tahu luarnya yang tampak. Upload kemewahan di medsos, liburan mewah ulang tahun penuh hura-hura, menenteng mobil kesana-kemari. Tapi duka perihnya, apa nampak di mata kita, kita yang hanya orang luar tak melihat segala aktifitasnya sepanjang hari. Namanya manusia suka pamer di medsos dan malu jika terlihat kalah dan menderita.

Seorang wanita berkata kepadaku, “Lihatlah bapaku dari dulu menderita, sejak muda hingga masa tuanya, lihatlah rumah tanggaku yang selalu penuh problema, dari dulu kerja keras sampai sekarangpun kerja keras memeras keringat, seolah dari dulu selalu menderita”. Aku bergumam dalam hati, bukankah hidup selalu akan ada kegelisahan, problema dan kesedihan. 

Masalah satu selesai akan muncul masalah yang lain, terus begitu hingga ajal kita tiba. Tak pandang kaya ataupun miskin, tak pandang bodoh ataupun pintar, cantik ataupun jelek, problema tetap akan menjadi teman setia hidup anak manusia. Dan sebagai manusia kita diberi pilihan untuk gagah berani menghadapi problema, atau larut dalam kesedihan dan menyerah pada keruwetan hidup. 

Dan kitapun selalu diberi pilihan untuk terus loyo menjalani hidup atau semangat, selalu bersyukur dan memilih selalu melengkungkan senyum bahagia apapun problemanya. Karna bahagia adalah pilihan. Dan sekarang kau bebas memilih ingin merasakan kebahagiaan atau kesedihan.
Jika kau ingin memilih bahagia hari ini. Maka jiwamu akan indah dengan semangat yang baru yang selalu di penuhi dengan kebahagiaan, tak peduli apapun yang terjadi dalam kehidupanmu. Tak peduli seberapa menyedihkannya hari-harimu. Selalu ada syukur dan senyum untuk Tuhanmu dan berkata, "Segala puji bagi Allah atas segala keadaan". 

Dan jika kau memilih kesedihan hari ini, maka kenikmatan apapun yang kau dapat hari ini, hal manis apapun yang kau punya hari ini, ia akan terbang menguap tak berbekas. Hanya ada rasa sedih atas apa yang tak ada dalam genggamanmu. Atas apa yang orang lain punyai. Harimu bahagia tapi kau akan tetap merasa merana dan menderita. Kau akan selalu merasa kurang dan kurang. Kau akan selalu merasa sedih dan sedih hanya karna satu hal yang tak bisa kau raih dalam hidupmu.

0 Comments