99 days II



Sembilan puluh sembilan hari aku berkisah, menuturkan segala apa yang ditangkap oleh inderawiku. Mengukirkannya dalam rangkaian kata yang semoga akan membuka hati siapa saja yang membacanya.

Second Day

I’m Jealouse

Aku iri

Iri dengan mereka yang tak memiliki  apa-apa namun sepenuh hati menerima apa yang mereka punya.

Sepenuh hati ikhlas menjalani garis nasib yang dipilihkan Tuhan untuknya.

Ketika kau terlahir dengan segudang talenta.

Maka akan lahir pula beribu jumawa dan bangga.

Yang akan bermetamorfosa menjadi kesombongan yang hakiki

Membanggakan diri sendiri

 

Entah karena luka dahulu dipandang sebelah mata

Atau selalu rendah diri dan tak percaya diri

Entah karena setan kecil telah mengikatku tanpa sadar

Hingga jubah kesombongan ingin ku kenakan

Bukankah orang yang tak percaya diri sering menyombongkan apa yang ia miliki

Untuk menutupi rasa rendah diri

Bukankah orang yang sering diremehkan sering menyombongkan diri

Agar ia memiliki harga diri

 

Ajari aku ya Rabb, membuang kesombongan ke dalam jurang yang paling dalam

Ajari aku ya Rabb, menatap diri yang penuh kekurangan tanpa merendahkan kekurangan

 

Aku iri

Iri dengan mereka yang selalu sabar hati

Menjaga tangan dan lisannya dari keluh kesah

Walau dunia serasa mengepungnya dengan beribu kecurangan

 

Aku iri

Iri dengan mereka yang selalu memberi

Dan tak membiarkan orang lain menyadari

Memang terasa perih jika selalu memberi

Namun tak ada yang menghargai

Memang terasa  sedih jika memberi

Namun tak ada yang mengerti

Keikhlasanmu sedang diuji

 

0 Comments