Teruntuk engkau yang patah hati

Cinta bagaikan air yang mengalir lalu menghayutkan setiap dedaunan yang tak sengaja jatuh ke permukaannya, begitulah cinta mampu menghanyutkan setiap emosi jiwa anak manusia. 

Sebagai manusia yang normal tentu kita pernah merasakan jatuh cinta. Ada kalanya cinta pertama, kedua atau mungkin yang terakhir. Ada kalanya diantara dua pilihan, bahkan mungkin tiga pilihan. Ada yang berakhir bahagia ataupun tanpa akhir, hanya ada air mata kesedihan. 

Ada yang bersambut, ada pula yang bertepuk sebelah tangan. Sungguh tiada akhir bila berbicara tentang cinta. Dari sekian banyak kisah cinta yang menyesakkan dan menyedihkan adalah ketika cinta tak terbalas.

Dua orang anak manusia sedang tenggelam dalam sebuah dialog cinta, dua orang wanita yang sama-sama pernah merasakan cinta pertama dan cintanya itu tak terbalas. Mencoba mencurahkan rahasia hati yang terdalam, yang mereka pendam bertahun-tahun lamanya, dan kini seolah beban itu berkurang satu persatu. 

Mencoba menghibur satu dengan lainnya, menguatkan sesama hati yang pernah terluka. Seolah menemukan kawan senasib sepenanggungan, berbagi cerita derita dan kisah yang menyesakkan dada. Ya, mungkin lelaki yang pernah singgah di hati mereka tak akan pernah tahu perasaan terdalam mereka selama-lamanya. Namun setidaknya hati itu telah lega, plong seolah bisa kembali bernafas lega.

Satu wanita mempunyai cinta pertama masa sma, yang awalnya benci dengan si pria. Namun kebencian itu tanpa ia sadari berubah menjadi perasaan cinta yang terpendam dan tak pernah ia utarakan hingga dewasa, karena masing-masing dari mereka kini telah berumah tangga, dengan pilihan mereka sendiri. 

Jika wanita itu mengatakan perasaannyapun, itu hanya akan  berujung penolakan yang menyedihkan. Satu wanita yang lain memendam cinta masa smp, cinta dari satu-satunya pria yang memperlakukannya layaknya manusia. 

Melihatnya ketika yang lain tak mau melihatnya, menganggapnya ada ketika yang lain tak menganggapnya ada. Menghormatinya, menyemangatinya dan memperlakukannya bak temannya sendiri, disaat yang lain tak pernah menganggapnya teman dan selalu memandangnya sebelah mata, selalu mengucilkannya dan tak pernah menginginkannya. 

Namun, pria itu ada membuat sang wanita terharu dan selalu ingin berterimakasih padanya. Hingga dewasapun cinta itu masih ada, namun sayang cinta itu tak pernah sang wanita ungkapkan, karena sang pria hanya menganggapnya teman biasa, karena sang pria memilih wanita lain sebagai pendamping hidupnya.

Ketika engkau menaruh rasa pada seorang pria dan berharap ia juga memiliki perasaan yang sama denganmu, namun pada kenyataannya ia malah memilih wanita lain sebagai belahan jiwanya. Bagian yang paling menyedihkan dari semua itu adalah dia cinta pertamamu dan kau hanya bisa memendamnya jauh di lubuk hatimu. 

Tak pernah kau ungkapkan perasaan terdalammu karena kau tahu, hanya akan ada luka dan penolakkan untukmu. Dia yang begitu sempurna bak bintang di langit, sedang kau bak buih di lautan. Dia yang mempunyai selera tinggi akan kecantikan seorang wanita. Maka kau hanya bisa dalam diam memandangnya. Dia hanya bisa kau kagumi tanpa bisa kau miliki.

Ah... memang sungguh bodoh, mencintai seseorang yang tidak ditakdirkan oleh Tuhan sebagai jodoh kita. Perlu bertahun-tahun waktu untuk melupakan dan mengabaikan ia yang selalu melintas dalam mimpi malammu. Dan setelah waktu yang lama itu berlalu, kadang kaupun masih merasakan jejak sedih dan pilunya. 

Begitu menyedihkan nasibmu dan kau hanya bisa memendam cintamu yang bertepuk sebelah tangan itu. Walau kadang kau ingin sekali mengungkapkannya, karena paling tidak beban di hatimu berkurang, paling tidak dia tahu jika ada seseorang yang tulus sayang padanya. Ada seseorang yang menganggap dia begitu spesial, paling tidak dia akan tersanjung jika mengetahuinya, walaupun penolakan adalah akhir dari semuanya. 

Namun kau memilih diam karena kau sadar, kau tak pantas untuknya, karena kau sadar kau tak punya keberanian untuk mengatakan padanya, atau menanggung malu jika nanti ia mengetahuinya dan menolakmu dengan pandangan rendah.

Teruntuk engkau yang sedang patah hati, sungguh selalu ada makna di setiap peristiwa. Bahkan ketika kau merasakan cintamu tak terbalas. Mungkin Tuhan ingin mengajarimu menjadi pribadi yang lebih kuat dan tentu saja Tuhan ingin kau menghargai setiap orang yang mencintaimu dengan tulus. 

Karena kau tahu betul, begitu sedih dan menyesakkan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Maka kau tak akan menyia-nyiakan setiap orang yang mencintaimu dan menerimamu apa adanya, baik kurang dan lebihmu. Yang terpenting lagi, kau akan berbuat secara manusiawi kepada setiap orang yang mencintaimu namun kau tak pernah mencintainya. Karena kau tahu begitu menyakitkannya cinta yang tak terbalas.

Teruntuk engkau yang dilanda patah hati, mengejar cinta manusia yang tidak mencintaimu hanyalah buang-buang waktu saja dan mencuri segenap energi positif yang kita miliki. Jika kita terlalu cinta dengan manusia, kita tak akan pernah merasakan cinta yang hakiki yaitu cinta kepada Sang Pencipta. 

“Karena tertawannya hati jauh lebih besar dibandingkan tertawannya jasad, dan diperbudaknya hati jauh lebih besar dibandingkan diperbudaknya jasad.” (Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa). 

Ya, cinta kepada Sang Pencipta, cinta kepada Rabbmu, cinta yang akan membuatmu semakin hidup di setiap harimu. Cinta yang akan selalu membuatmu merasa dekat pada-Nya dan tak takut untuk kehilangan cinta manusia. 

Cinta kepada Rabbmu, yang membuatmu tak peduli lagi seberapa banyak orang yang membencimu atau mencintaimu, sepanjang Rabbmu selalu ridho padamu dan mau mengasihimu dan memberikan cinta-Nya padamu. Cinta Rabbmu yang akan membuatmu semakin bahagia, bukan sengsara dan menderita. Cinta pada Rabbmu yang tak akan membuatmu bagai terpenjara ke dalam hasrat yang sesat.






0 Comments