Puisi untuk Wanita Muslimah


Aku adalah wanita muslimah 
Aku berbenah diri atas nama hijrah
Aku mencoba untuk terus kokoh atas nama istiqomah
Mengisi hidupku dengan nafas-nafas kesabaran

Menapaki setiap jalan-jalan para nabi
Detik awalnya merangkak
Menit berikutnya berjalan lalu berlari 
Hingga terjatuh lalu bangkit dan berlari lagi

Menapaki terus menapaki
Walau  seorang diri di jalan yang sunyi ini
Jalan yang paling sunyi
Namun juga jalan yang paling terang

Di ujung sana bendera kemenangan melambai megah
Menawarkan sejuta penghilang rasa resah
Di tepian sana lampion syukur  mulai membuncah
Ingin segera memeluk hadiah
Hadiah yang teristimewa dari Sang Pencipta

Kuatkan kaki untuk terus melangkah
Menanam bara jiwa sang pejuang
Pantang menangis walau perih 
Pantang mengeluh walau bermandikan peluh-peluh kerasnya kehidupan


Aku adalah wanita muslimah
Semangatku adalah semangat wanita-wanita mukminin
Kesabaranku adalah kesabaran wanita-wanita muhajirin
Ketulusanku adalah ketulusan wanita-wanita anshor

Aku adalah wanita muslimah
Pantang menangis karena pria
Namun murah air mata
Karna meminta pengampunan dosa
Dari sang Maha Pencipta.

Purbalingga, Juli 2018


0 Comments