Puisi : Ayah




Kenang itu masih tertinggal diantara dinding bambu rumah kita dahulu
Diantara lantai tanah yang berdebu
Genting-gentingnya masih sering pecah dan bocor
Tirai-tirainya telah renta dan kotor

Engkau titipkan aku pada kebahagiaan
Engkau memisahkanku dari kesedihan
Bahumu kini tampak kuyu

Engkau titipkan aku pada keberuntungan
Sekuat tenaga menceraikanku dari kemalangan
Kulitmu kini tampak layu

Saat kita menyusuri jalan kenangan
Penuh sawah dan pepohonan
Angin terharu kegirangan melihat kita beriringan
Wajahmu kini tampak sayu

Engkau manjakan aku dengan doa luar biasa
Engkau manjakan aku dengan juang dan asa
Senjamu kini di ujung pintu 
Namun engkau selalu jadi lelaki terbaikku

Purbalingga, 2 September 2019

Sumber : buku Senja di Purbalingga karya Khansa Kurnia


0 Comments