Kita Tak Berbeda




Jika  kau pernah merasa kehilangan akupun sama. Jika kau pernah jatuh lalu mimpimu meninggalkanmu seorang diri, berselimut kegagalan dalam malam gelap seorang  diri akupun sama. Kita tak berbeda. Bahuku mungkin tak akan selalu ada untukmu, namun doaku akan hadir tak perlu kau pinta. Bahuku memang tak mampu menopangmu, namun tanganku ingin selalu mengulur padamu, menarikmu berdiri untuk bangkit lagi. Tanganku akan menggandeng tanganmu untuk terus berjalan bersama melewati dunia. 

Jika kau pernah patah hati ditinggal seorang diri akupun sama. Tak ada tangan manusia yang ingin menghapus air matamu. Hanya bisa mengandalkan janji Rabbmu untuk terus bisa bertahan menghadapi pahitnya dunia.  Aku mungkin tak akan selalu ada untuk menghapus air matamu, namun kupastikan Rabbku selalu ada untukmu. Kita disatukan oleh Rabb yang satu dan disatukan oleh pahit yang padu. Seperti berteduh di bawah atap langit biru yang sama setiap hari. Biarpun raga tak saling mendekat namun hati tak bersekat. Aku akan menguatkanmu, dan kamu akan menguatkanku. Beriringan saling menguatkan melewati kerasnya dunia.

Jika kau pernah terasing seorang diri, ditemanai kesepian dan ditertawakan keramaian akupun sama, kita tak berbeda. Kita pernah terpuruk begitu dalam dan tak tahu cara untuk bangkit. Kita pernah merasa begitu tak biasa dari manusia biasa. Kita pernah merasa berbeda dari manusia selayaknya, menemui dunia yang rumit dan aneh. Melihat apa yang tak mereka lihat, mendengar apa yang tak mereka dengar. Ya, kita sama, kita tak berbeda. Kita dimanja oleh luka dan air mata, dihujani tatapan sebelah mata. Sungguh aku tahu betul apa yang kau rasa, dan kau tak sendiri. Seorang yang sama-sama terluka saling menguatkan, seorang yang sama-sama rapuh saling menyemangati. Setidaknya kau tahu satu hal, bahwa kau tak sendiri di dunia yang begitu sulit ini. Kau tak sendiri berjuang untuk hidup  ini. Setidaknya kau tahu satu hal, ada yang sama denganmu dan saling menguatkan bersama walau hanya lewat doa dan kata.



0 Comments