Teruntuk Si kaya dan Si miskin


          Bukankah orang disebut kaya karena ada si miskin.Jika semua kaya lalu siapa yang akan menerima sedekah.Jika semua miskin siapa yang akan memberi sedekah. Bukankah semuanya diciptakan dengan hikmah? Maka jangan pernah menyalahkan Allah ta’ala, jika Dia memilihmu menjadi si miskin. Karena Rabbmu sedang mengujimu akankah kau tetap bersyukur atau malah mengeluh atas takdir yang dipilihkan Rabbmu untukmu. Karena Rabbmu menginginkan engkau menghadapi hisab yang sedikit di akhirat kelak. Karena Rabbmu ingin mengajarimu arti kerja keras dan bersedekah yang paling utama yaitu bersedekah di kala miskin tak punya apa-apa.
          Maka jangan pernah berbangga jika Rabbmu memilihmu menjadi si kaya. Karena Rabbmu sedang mengajarimu untuk rendah hati dan tidak boros. Karena Rabbmu sedang mengujimu akankah kau menggunakan harta yang berlimpah untuk maksiat atau berbuat taat di jalan Allah. Jika engkau menghambur-hamburkan uangmu untuk hal yang bisa membinasakanmu, maka sama saja engkau menyia-nyiakan pemberian Rabbmu, dan tanpa sadar Rabbmu bisa mengambil harta yang engkau sia-siakan itu kapan saja Ia mau. Jika kau pergunakan untuk ketaatan di jalan Allah, maka Rabbmu akan menambah nikmatmu.

          Teruntuk si kaya dan si miskin, harta dunia adalah ujian untuk kita semua. Kaya dan miskin adalah ujian kita bersama. Akankah masih kita bersyukur di saat tak punya apa-apa, akankah kita tak lupa bersyukur saat mempunyai segala apa yang kita inginkan. Akankah kita bersabar saat jatuh miskin dan dipandang rendah oleh orang lain. Akankah kita bersabar untuk tidak angkuh dan sombong saat kita kaya raya dan dihormati serta dipandang semua orang. Dan sebaik-baik manusia adalah yang selalu bersabar serta bersyukur di setiap keadaan.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Motivasi Hidup : Tak Ada yang Sia-Sia

Kita Tak Berbeda

Puisi : Aku dan Hidayah